Launching Instrumen Saham Di DPLK Muamalat

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Taufik dan Hidayah kepada kita semua dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Amin.

Merujuk kepada :

  1. Pada Peraturan Dana Pensiun (PDP) DPLK Muamalat, pasal 15 ayat 3, Paket C point c, bahwa investasi pada saham dilakukan pada saham yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia maksimal 50%, dari total dana Paket C.
  2. Fatwa DSN MUI No. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah Dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

Atas dasar tersebut, maka sejak 7 November 2011 DPLK Muamalat secara resmi menambahkan 1 (satu) instrumen investasi saham sesuai prinsip Syariah dalam pengelolaan paket C DPLK Muamalat.

Saham Syariah

Definisi saham secara umum adalah surat berharga yang merupakan instrumen bukti kepemilikan atau penyertaan dari individu atau instansi dalam suatu perusahaan.

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham:

  1. Dividen yaitu pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.
  2. Capital Gain yaitu selisih antara harga beli dan harga jual.

Adapun sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:

  1. Capital Loss merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.
  2. Resiko Likuiditas yaitu perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan.

Saham dikategorikan saham syariah dengan saham non syariah dibedakan menurut kegiatan usaha dan tujuan nya. Saham menjadi sesuai syariah jika saham tersebut dikeluarkan oleh perusahaan yang kegiatan usahanya bergerak di bidang yang halal dan/atau dalam niat pembelian saham tersebut adalah untuk investasi, bukan untuk spekulasi (judi). Untuk lebih amannya, 30 saham yang dilisting dalam Jakarta Islamic Index merupakan saham-saham yang sesuai syariah.

Jakarta Islamic Index atau biasa disebut JII adalah salah satu indeks saham yang ada di Indonesia yang menghitung index harga rata-rata saham untuk jenis saham-saham yang memenuhi kriteria syariah.

Seiring berjalannya waktu, Bapepam LK dalam hal ini sebagai Pengawas Pasar Modal dan Bursa Efek Indonesia sebagai media transaksi sendiri juga telah mengatur segala macam peraturan mengenai pasar modal syariah. Salah satunya dengan menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES). DES dalah kumpulan Efek yang tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal, yang ditetapkan oleh Bapepam-LK atau Pihak yang disetujui Bapepam-LK. DES tersebut merupakan panduan investasi bagi Reksa Dana Syariah dalam menempatkan dana kelolaannya serta juga dapat dipergunakan oleh investor yang mempunyai keinginan untuk berinvestasi pada portofolio Efek Syariah. Jumlah saham syariah yang tercatat di BEI sejak DES periode pertama (30 November 2007) sampai dengan periode terbaru (30 Nov 2011) adalah sebanyak 238 saham syariah.

Pelaksanaan Investasi Saham Syariah di DPLK Muamalat

DPLK Muamalat hanya melakukan investasi pada saham syariah yang tercatat dalam bursa efek Indonesia dan termasuk dalam daftar efek syariah yang diterbitkan oleh Bapepam secara periodik. Sebagai benchmark kinerja saham DPLK Muamalat adalah Jakarta Islamic Indeks yang bisa dipantau secara transparan.

Dengan demikian, mulai Desember 2011 secara prinsip statement peserta yang memilih paket C bertambah 1 (satu) intrumen saham dalam distribusi bagi hasil tiap bulannya.

  © DPLK Muamalat | All Rights Reserved.