DPLK Muamalat Makin Diminati Masyarakat

Diawali oleh lahirnya Bank Muamalat, kegiatan ekonomi berbasis syariah semakin berkembang dan merambah hampir di semua sektor usaha. Misalnya, asuransi, perhotelan, pegadaian, reksadana, pasar modal, dan bahkan juga merambah ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Sejak berdirinya tahun 1997 hingga saat ini DPLK Muamalat menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini tak terlepas dari kesadaran masyarakat akan arti pentingnya investasi sebagai persiapan memasuki hari tua atau masa pensiun.

Pelaksana Tugas Pengurus DPLK Muamalat, Moh Hoesein mengatakan, jika dilihat dari jumlah peserta, pertumbuhan DPLK Muamalat mengalami kenaikan yang cukup besar hingga rata-rata mencapai angka 45 persen. Begitu juga dengan pertumbuhan Nilai Aktiva Produktif (NAB) sejak tahun 1997 hingga Desember 2004 mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan peningkatan NAB setiap tahunnya mencapai 114 persen.

Jumlah peserta lebih dari 14 ribu orang. Aset yang dikelola DPLK Muamalat saat ini, lanjut Hoesein, mencapai Rp 54 miliar, dengan tingkat investasi yang berada di atas laju inflasi dan suku bunga deposito (konvensional) yang beredar di pasar ({lihat Tabel}). "Tingkat bagi hasil investasi DPLK Muamalat mencapai angka diatas 10 persen. Ini menunjukkan, pengelolaan investasi di DPLK Muamalat bisa bersaing karena dikelola secara profesional," jelasnya. "Pilihan investasi peserta DPLK Muamalat masih didominasi oleh jenis investasi Deposito Rupiah, dengan perolehan tingkat bagi hasil di atas rata-rata tingkat bagi hasil perbankan syariah maupun tingkat suku bunga perbankan konvensional dan tingkat inflasi yang terjadi di Tanah Air," ungkap Arif Fauzan, manager Investasi DPLK Muamalat.

Hoesein menambahkan, mengingat bahwa Program Pensiun merupakan program kesejahteraan jangka panjang, maka yang diperlukan adalah hasil yang optimal, pengelolaan yang aman dan efisien, serta pelayanan yang mudah dan menyenangkan. Hingga kini dengan dukungan 165 jaringan Bank Muamalat yang tersebar di 21 propinsi di Indonesia, DPLK Muamalat siap memberikan layanan kepada masyarakat baik individu maupun lembaga/perusahaan, baik berupa informasi, pendaftaran maupun pembayaran manfaat pensiun. Manajer Pemasaran DPLK Muamalat, Jayadi mengatakan, saat ini banyak perusahaan besar sekelas Indosat, Telkom, Caltex, Samsung, Sharp, dan PT Dirgantara Indonesia mempercayakan pengelolaan dana pensiun untuk para pekerja mereka pada DPLK Muamalat.

Menurut Jayadi, bagi lembaga/perusahaan, pekerja mandiri dan masyarakat (perorangan) yang peduli akan hari tua, pilihan mengikuti Program Pensiun DPLK Muamalat merupakan pilihan tepat, karena manfaat yang diperoleh sangat besar. "Manfaatnya antara lain, adanya kepastian akan jaminan hari tua yang tentunya membuat ketenangan dalam bekerja. Kedua, menambah pendapatan tidak kena pajak (PTKP), dan ketiga, akan memperoleh rasa aman karena dana dikelola secara syariah Islam dan ditangani oleh tenaga profesional," jelas Jayadi, sesuai memberikan presentasi DPLK Muamalat di PT Telkom Divre II Jakarta baru-baru ini.

Ditambahkannya, DPLK Muamalat walaupun secara legalitas dimiliki oleh Bank Muamalat, dalam praktiknya lembaga manapun bisa memanfaatkan produk DPLK Muamalat sebagai salah satu solusi investasi jangka panjang. Bukan hanya BUMN dan swasta yang menjadi Peserta DPLK Muamalat. Menurut Jayadi, sangat dimungkinkan manakala ada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Indonesia yang ingin memanfaatkan layanan DPLK Muamalat. "Saat ini kami sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan beberapa bank syariah maupun Unit Usaha Syariah di Indonesia dalam pemanfaatan produk DPLK Muamalat," tambah Jayadi. Sebagaimana asuransi syariah yang bisa dimanfaatkan oleh bank syariah/UUS atau Lembaga Keuangan Syariah lainnya, maka DPLK Muamalat pun bisa menjadi mitra yang tepat dalam pengelolaan investasi hari tua melalui produk DPLK Muamalat.
(Harian Republika - Senin, 23 Mei 2007)

  © DPLK Muamalat | All Rights Reserved.